Kesalahan Pertama Barcelona Ketika Kalah vs Leganes

Akhir dari kontra Leganes tidak hanya memberi kekalahan pertama terhadap Barcelona. Kekalahan tersebut juga sekalian menyoroti rapuhnya lini belakang Barcelona.
Barcelona yang dengan secara mengejutkan mengalami kekalahan di pertandingan kendang melawan tim juru kunci, Leganes, pada kompetisi pekan keenam ajang pertandingan Liga Spanyol. Dengan menjalani kompetisi di Estadio Municipal de Butarque, pada hari Kamis (27/9/2018) dini hari WIB, Blaugrana yang mengalami kekalahan dengan perolehan skor 1-2.
Barcelona yang sempat meraih keunggulan terlebih dahulu terlebih melalui torehan gol Philippe Coutinho pada menit ke-12. Akan tetapi, Leganes yang menorehkan dua gol balasan melalui sepakan dari pemain Nabil El Zhar dan Oscar Rodriguez.
Kedua gol tersebut berhasil di jebolkan ke dalam gawang Barca pada perselisihan waktu yang sangat singkat. Leganes cuma memerlukan waktu selama 68 detik dalam mengembalikkan situasi.
Kekalahan ini kian memperlihatkan lemahnya pada posisi lini pertahanan Barcelona. Pada empat kompetisi terakhir di ajang pertandingan Liga Spanyol, gawang Barcelona telah berhasil dijebol sebanyak tujuh gol.
Lemahnya pada posisi lini belakang Barcelona sangat diketahui oleh Sergio Busquets. Dirinypun sangat mengharapkan agar skuadnya dapat secepat mungkin untuk memperbaikinya itu.
“Pada dua menit mereka berhasil mengembalikkan situasi dan kami yang sudah kurang intensitas,” papar Busquets.
“Yang yang membuat khawatir ialah kejebol dengan begitu banyak gol. Kami mesti bermain lebih solid. Ini merupakan sebuah cara yang dapat membuat Anda hilangnya angka dan kami mesti memperbaharuinya,” paparnya dirinya secara menegaskan.
Gerard Pique yang menjadi sorotan sebab dirinya yang menjadi penyebab akan terciptanya gol kedua yang dicetak oleh Leganes. Walau begitu, Busquets berhasil menolak untuk menjadikan satu pesepakbolanya menjadi kambing hitam dari kekalahan yang dialami mereka itu.
“Kami merupakan satu tim. Kami yang akan meraih kemenangan dengan bersama-sama dan sama halnya juga akan kalah secara bersamaan. Kami mesti melihat apa yang menjadi kesalahaan secara keseluruhan. Kami yang menjalani pertandingan dengan 11 pemain dan kami juga mengalami kekalahan secara bersama-sama,” ucapnya.