John Stones Merasa Aneh Pada Laga Kroasia vs Inggris

Tim nasionanl Kroasia bakal berhadapan dengan Tim Nasional Inggris pada kompetisi lanjutan ajang pertandingan UEFA Nations League. Kompetisi tersebut bakal terasa aneh bagi bek John Stones.
Inggris yang bakal menjalani kompetisi tandang ke Stadion NHK Rijeka, yang dilangsungkan pada hari Sabtu (13/10/2018) dini hari WIB, pada kompetisi Grup 4 League A UEFA Nation League.
Pertandingan tersebut ialah kompetisi ulang dari semifinal Piala Dunia 2018. Pada tiga bulan sebelumnya di Rusia, Inggris yang mengalami kekalahan dengan perolehan skor tipis 1-2 melawan Vatreni dan gagal untuk menuju ke babak final. Tidak ayal, pertandingan yang akan dilangsungkan pada dini hari nanti sedikit terdapat keinginan balas dendam. Akan tetapi, tensi panas tersebut dirasakan ironi dengan mengingat kompetisi bakal dilangsungkan tanpa adanya suporter.
Kroasia, yang merupakan tim tuan rumah, dihukum oleh pihak UEFA, dalam melangsungkan pertandingan tanpa adanya suporter akibat tampak terdapat tanda swastika atau logo NAZI di lapangan ketika melawan Italia pada kualifikasi Piala Eropa 2016, tiga tahun silam.
Situasi bermain tanpa adanya suporter tersebut yang dianggap oleh Stones aneh. Dirinya mengatakan jika sudah lama tidak merasakan hal semacam ini, dan telah membicarakan kondisi ini dengan para rekan setimnya.
“Kami membajas ini sepanjang minggu, bagaimana untuk mengatasinya, apa yang bakal kami lakukan yang sebagaimana tak terdapat pendukung kami dan khususnya pendukung mereka, yang bakal memainkan peranan besar bagi mereka,” papar Stones.
“Ini bakal menjadi kondisi yang aneh. Saya tak bermain di stadion yang tak ada suporter semenjak FA Youth Cup. Saya tak berpikir kami bakal terlalu fokus terhadap hal itu. Kami menjalani latihan sepanjang minggu mengenai apa yang mesti dilakukan di lapangan dan tak fokus terhadap apa yang terjadi di luar lapangan,” sambungnya.
Stones yang mengakui jika kekalahan yang dialami kontra Kroasia saat di Rusia masih terasa. Dirinya mengaku masih susah untuk menerimanya.
“Kekalahan tersebut masih terus ada di pikiran saya, itu merupakan sebuah peluang besar untuk kami sebagai pemain dan bangsa, terdapat negara di belakang kami. Sebagai pesepakbola, kami mesti melakoninya. Hal tersebut sulit untuk dijalani. Saya berpikir tentunya takkan ada yang berbohong mengenai hal itu,” jelasnya.